BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Teknologi sebenarnya telah ada sejak nenek moyang
kita. Teknologi merupakan alat bantu untuk mempermudah kehidupan manusia. Nenek
moyang menggunakan teknologi seperti pisau dari batu untuk berburu.
Di era saat ini, teknologi berkembang sangat pesat.
Teknologi yang pada zaman nenek moyang seperti barang rongsokan kini menjadi
barang canggih yang mampu membantu kehidupan manusia. Dengan adanya
pembelajaran dan proses belajar mengajar, Sumber Daya Manusia akan menjadi sangat
baik dan teknologi akan semakin maju. Pembelajaran akan sangat baik apabila
menggunakan media pembelajaran yang baik pula.
Media merupakan salah satu komponen
pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Media digunakan agar pembelajaran dapat efektif dan menyenangkan. Proses belajar akan
lebih baik lagi apabila mengetahui pengertian dasar mengenai Teknologi, Media,
dan Pembelajaran.
B.
Tujuan
Penulisan
Tujuan
dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai pengertian dan isi serta peranan dari Teknologi,
Media, dan Pembelajaran.
C.
Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian Teknologi, Media, dan Pembelajaran?
2. Bagaimana peranan Teknologi dan Media dalam
Pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi, Media, dan Pembelajaran
1.
Teknologi
Menurut Sharon E. Smaldino dan James D. Russel (2008), teknologi berasal dari Yunani,
Teckne
berarti kerajinan dan logia berarti
keterampilan.
Teknologi adalah istilah yang
berhubungan
dengan penggunaan dan pengetahuan tentang alat
dan keterampilan (Instructional Technology and Media
for Learning, 4)
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, definisi Teknologi
adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material, dan proses
menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Teknologi dikenal sebelum sains dan
teknik. Definisi lainnya, teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang
sekarang dalam bagaimana menggabungnya sumberdaya untuk memproduksi produk yang
diinginkan.
Teknologi
menurut Djoyohadikusumo (1999, 222) yang dikutip di www.canboyz.co.cc berkaitan erat dengan sains dan perekayasaan. Jadi, teknologi
mengandung dua dimensi yang saling berkaitan satu sama lain. Sains mengacu pada
pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri
dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi mengenai interaksinya satu
sama lainnya.
(http://www.canboyz.co.cc/2010/05/pengertian-definisi-media.htm)
Teknologi berasal
dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut
Dictionary of Science, teknologi adalah pengetahuan teoritis pada masalah
praktis.
Jadi, pemahaman tentang Teknologi tidak dapat
dipisahnya dari Ilmu Pengetahuan Alam dan rekayasa. Ilmu pengetahuan akan
memperoleh ilmu rekayasa, sedangkan teknologi adalah hasil proses rekayasa
2.
Media
Dalam Buku Instructional
Technology and Media for Learning (Sharon E. Smaldino dan James D. Russel, 6) Media
merupakan bentuk jamak dari medium yang artinya sarana komunikasi. istilah ini mengacu pada sesuatu yang
membawa informasi antara sumber dan
penerima. Enam kategori
dasar media adalah
teks, audio, visual,
video, manipulatif (objek),
dan orang-orang
(teknisi). Tujuan
media adalah untuk memfasilitasi komunikasi dan belajar.
Istilah media berasal dari bahasa latin yang
merupakan bentuk kedua dari medium. Secara
harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala
sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima
informasi.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
(http://wiryaterulakat.blogspot.com/2009/05/desain-pesan-pembelajaran-media.html)
Dari
definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media adalah sarana penyalur pesan
agar dapat dirangsang oleh otak, perasaan dan kemauan kita.
3.
Pembelajaran
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.
20 Tahun 2003, Bab I Pasal 1 ayat 20 dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
Knirk dan
Gustafson (2005) menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang
dirancang oleh guru utuk membantu seseorang mempelajari suatau kemampuan dan
atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap
rancangan, pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks belajar mengajar.
Dimayanti
dan Mujiono (2005) menjabarkan bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara
terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif
yang menekankan pada sumber belajar.
Dari
beberapa pengetian pembelajaran bahwa dapat disimpulkan mengenai Pembelajaran, bahwa Pembelajaran
adalah proses intraksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam
suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan
pendidik agar dapat terjadi proses prolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan
kemahiran dan tabiaat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan kepada peserta
didik. Dengan kata lain Pembelajaran adalah proses untuk membantu pserta didik
agar dapat belajar dengan baik.
B.
Peranan
Teknologi dan Media dalam Pembelajaran
Teknologi
dan media mempunyai
peranan dalam belajar.
Ketika instruksi yang terpusat adalah guru,
teknologi dan media digunakan untuk
mendukung penyajian instruksi. Di sisi
lain, ketika instruksi
yang terpusat adalah siswa, mereka merupakan pengguna
utama teknologi dan
media.
Penggunaan
umum teknologi dan media adalah untuk dukungan tambahan selama instruksi berpusat
pada guru. Misalnya,
guru dapat menggunakan papan tulis elektronik untuk menampilkan variasi dari
grafik batang. Guru
juga dapat menggunakan diagram untuk menunjukkan bagaimana arti dari sebuah
perubahan kalimat. Bahan
ajar yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kegiatan belajar seorang siswa. Karakteristik peserta didik juga harus dimengerti
untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pemilihan strategi yang
tepat, teknologi, media, dan pembelajaran akan benar-benar mampu meningkatkan
pembelajaran. Dengan begitu, siswa akan mampu memberikan umpan balik.
Salah satu peran paling penting dari teknologi dan media
adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran.
Unit-unit
menyediakan
lingkungan
yang fokus
di
mana
pembelajaran berlangsung.
Tema
yang baik
harus
menangkap
dan mempertahankan perhatian
siswa,
memberikan
pengalaman
pemecahan masalah,
dukungan kegiatan
kedisiplinan,
dan
mencakup
berbagai
teknologi
dan media.
Teknologi adalah penerapan sains dan
peralatan-peralatan yang dibuat manusia untuk kemudahan hidupnya, sedangkan
media merupakan alat bantu menyampaikan isi pesan yang akan disampaikan ke
penerima pesan.
Teknologi instruksional biasanya dilihat dari perspektif
guru. Ketika guru menggunakan komputer, pendidikan jarak jauh, internet, dll, alat-alat ini disebut dengan teknologi instruksional.
Kenyataannya, komputer dan teknologi lainnya tidak membuat guru lebih mampu
dalam proses mengajar. Guru harus berpengalaman saat praktek di kelas. Berbagai
macam pelajaran seperti Bahasa Inggris mungkin akan membutuhkan perangkat lunak
(software) untuk menulis cerita dengan beberapa akhir yang dapat memberikan
banyak kesimpulan. Sementara
belajar sejarah, siswa dapat mendapatkan informasi dengan sumber-sumber lain
seperti di buku, surat kabar, dll. Dengan teknologi dan medianya, siswa dapat
belajar seperti yang sejarawan lakukan, tidak hanya sekedar menghafal nama dan
tanggal.
Siswa tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Melalui media dan jaringan komputer seperti internet, siswa akan lebih senang belajar.
Siswa tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Melalui media dan jaringan komputer seperti internet, siswa akan lebih senang belajar.
Menurut Sharon E. Smaldino dan James D. Russel
(Instructional Technology and Media Pembelajaran, 9) terdapat enam kategori
dasar Media yang digunakan dalam belajar, yaitu:
1.
Teks
Media yang
paling umum digunakan adalah teks. Teks
alfanumerik yang dapat
ditampilkan dalam format buku, poster,
papan tulis, layar komputer, dan sebagainya.
2.
Audio
Media
lain yang umum digunakan dalam pembelajaran adalah
audio. Audio mencakup
apapun yang siswa dengar, suara
seseorang, musik, suara mekanik (menjalankan
mesin mobil), kebisingan,
dan sebagainya.
3.
Visual
Secara teratur digunakan untuk
meningkatkan pembelajaran. Contoh: diagram
di poster, gambar
pada papan tulis , foto, gambar di sebuah buku, kartun,
dan sebagainya.
4.
Video
Video merupakan adalah media yang
menampilkan gerak, termasuk isi DVD,
video, animasi komputer,
dan sebagainya. Bahan sering tidak
dianggap media benda
nyata dan model.
5.
Manipulatip
Merupakan benda yang dapat
dimanipulasi, disentuh dan dikreasikan oleh siswa.
6.
Orang (Teknisi)
Teknisi yang
dimaksud adalah guru, siswa, atau
ahli subjek-materi.
Siswa belajar dari
guru, siswa lain, dan orang dewasa.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses
komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui media
tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, media dan penerima pesan
merupakan komponen-komponen proses komunikasi.
Guru sangat bertanggung jawab dalam proses pembelajaran
di kelas. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai Tipe Belajar seorang siswa.
1.
Domain
Kognitif
Meliputi: Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis,
evaluasi. Dalam
domain kognitif, belajar
melibatkan berbagai kemampuan intelektual yang
dapat diklasifikasikan baik sebagai verbal /
informasi visual atau
sebagai keterampilan intelektual. Belajar
visual biasanya menghafal
atau mengingat fakta
atau informasi. Siswa akan menghasilkan
ide-ide yang berkaitan bentuk objek dengan
fungsinya.
2.
Domain
Afektif
Meliputi: pengenalan, merespon, penghargaan,
pengorganisasian, pengamalan.Domain
afektif mencakup sikap,
perasaan, dan nilai-nilai.
Tujuan Afektif mendorong
sikap sosial yang sehat.
3.
Domain Psikomotorik
Meliputi: Peniruan, penggunaan, ketepatan,
perangkaian, evaluasi. Guru
di semua tingkatan
kelas harus mengajarkan
beberapa keterampilan motorik kepada siswa. Misalnya, di kelas paling kecil,
guru mengajarkan menggunakan pensil yang benar, di Sekolah
Dasar guru mengajarkan penggunaan
keyboard komputer, mikroskop sederhana, dan
alat ukur, dan di sekolah menengah
dan perguruan
tinggi
penggunaan peralatan ilmu pengetahuan.
4.
Domain
Interpersonal
Belajar dalam domain interpersonal melibatkan interaksi
antara orang yang satu dengan yang lain. Dengan guru yang berperan sebagai fasilitator, siswa sangat sering
ditempatkan ke dalam berbagai kegiatan belajar. Guru
mengajarkan pada siswanya
bagaimana untuk mendengarkan, berbagi, menghormati, membantu, dan sebagainya. Keterampilan lainnya diperlukan untuk
mencapai komunikasi interpersonal afektif.
Menurut Sharon E. Smaldino dan James D. Russel (2008) di samping terdapat Tipe Belajar ada juga Pandangan
Belajar secara Psikologi. Guru melihat
peran teknologi dan
media di kelas
sangat tergantung pada bagaimana orang belajar.
1.
Pandangan Behavioristik
Skinner,
seorang psikolog di
Harvard University, melakukan studi ilmiah
tentang perilaku yang dapat diamati.
Dia adalah seorang pendukung behavioristik.
Dia tertarik pada
belajar
keterampilan baru, seperti yang digambarkan oleh anjing Pavlov,
di mana perangsangan asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersayarat
secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan (Psikologi
Pendidikan, 94). Berdasarkan teori
belajar
itu dikenal dengan teori
penguatan. Serangkaian percobaan juga dilakukan pada
merpati.
Dia beralasan bahwa
prosedur yang sama bisa digunakan dengan
manusia. Hasilnya adalah munculnya instruksi
yang diprogramkan yang kemudian
berkembang menjadi instruksi komputer-assistend. Tidak
seperti sebelumnya belajar
penelitian, karya Skinner sangat logis
dan tepat, yang
mengarah langsung ke instruksi belajar. Behavioristik
menolak
untuk berspekulasi mengenai apa yang
terjadi ketika belajar berlangsung.
Mereka hanya mengandalkan perilaku yang
diamati.
Sebagai hasilnya, mereka lebih nyaman menjelaskan
tugas-tugas belajar yang relatif sederhana. Karena pada posisi
ini, behavioristik
memiliki
aplikasi terbatas dalam mengajarkan keterampilan tingkat yang lebih tinggi. Behavioristik
enggan
untuk membuat kesimpulan tentang bagaimana mengenai memproses
informasi.
2. Pandangan Kognitif
Belajar
adalah perubahan presepsi dan
pemahaman, tidak selalu
berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Teori ini
lebih mengutamakan proses belajar daripada hasil belajarnya. Kognitif
memberikan kontribusi baru untuk belajar teori dengan
menciptakan model tentang bagaimana peserta didik menerima, proses, dan
memanipulasi informasi. Kognitif membuat model
mental dari memori
jangka pendek dan
jangka panjang. Informasi baru
disimpan dalam memori
jangka pendek, di mana ia dilatih hingga siap
untuk disimpan dalam memori jangka panjang.
Jika informasi tidak
berlatih, fades dari
memori jangka pendek. Pembelajar kemudian menggabungkan
informasi dan keterampilan
dalam memori jangka
panjang untuk mengembangkan
strategi kognitif, atau keterampilan untuk menangani
tugas yang kompleks. Siswa dapat mengembangkan sumber
belajar yang tersedia.
3. Pandangan Konstruktivistik
Konstruktivistik melibatkan siswa
dalam pengalaman belajar. Konstruktivistik
menekankan
bahwa siswa dapat
menciptakan
ide mereka
sendiri. Siswa
menempatkan pengalaman belajar dalam pengalaman mereka sendiri dan
tujuan instruksi tidak
untuk mengajarkan informasi tetapi menciptakan
situasi sehingga siswa dapat menginterpretasikan informasi untuk pemahaman
mereka sendiri.
Dalam hal ini guru
hanya membantu agar
proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar.
Guru juga tidak mentransferkan
pengetahuan yang dimilikinya, melainkan membantu siswa untuk membentuk
pengetahuannya sendiri.
Konstrutivistik
dapat membangun dan mengubah daya pikir siswa menuju kepemikiran modern dan
dapat mengembangkan manusia dan mempunyai bakat yang luar biasa, memiliki
kepekaan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat mendidik dirinya maupun generasi
selanjutnya serta mampu berkolaborasi memecahkan masalah pendidikan baik
praktek maupun teori dan mengarahkan ke masa depan
4. Pandangan Sosial-Psikologi
Psikologi
sosial adalah perspektif
lain dalam studi pengajaran pembelajaran. Sosial psikolog melihat
efek dari organisasi
sosial kelas pada
pembelajaran.
Belajar
merupakan proses pembentukan makna.
Belajar bukanlah proses mengumpulkan informasi, melainkan proses pengembangan pemahaman atau pemikiran
dengan membuat pemahaman baru. Proses belajar terjadi pada saat terjadi ketidak
seimbangan stuktur kognitif pada
diri seseorang.
Peneliti
seperti Robert Slavin
(1990) telah mengambil
posisi bahwa pembelajaran
kooperatif adalah baik lebih efektif
dan lebih bermanfaat
daripada belajar kompetitif dan individualistis. Slavin mengembangkan seperangkat teknik pembelajaran kooperatif yang mewujudkan prinsip-prinsip kolaborasi kelompok kecil dan penghargaan berdasarkan
prestasi kelompok. Teori belajar tidak harus
menggunakan satu yang dianutnya tetapi
menggunakan semuanya sesuai dengan
situasi.
Selama
setengah abad terakhir, prinsip-prinsip pembelajaran efektif telah berevolusi
dari berbagai sumber.
Jadi, sebelumnya harus mengumpulkan informasi yang
relevan tentang pengetahuan masing-masing siswa dan tingkat keterampilannya dengan
mengatur strategi.
Kata
strategi berarti cara
melakukan sesuatu. Strategi pembelajaran adalah cara
untuk melibatkan peserta didik
dalam kegiatan belajar-mengajar
tertentu. Contohnya termasuk presentasi, demonstrasi,
pembelajaran kooperatif, game, simulasi, pemecahan masalah, diskusi dan praktek,
dan tutorial. Teknologi
dan media merupakan
bagian dari strategi. Setelah
memilih strategi, maka dapat memilih teknologi
dan media untuk
melaksanakan strategi. Teknologi dan Media tidak akan memfasilitasi belajar
apabila tidak ada strategi belajar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Teknologi
adalah penerapan sains dan peralatan-peralatan yang dibuat manusia untuk
kemudahan hidupnya, sedangkan media merupakan alat bantu menyampaikan isi pesan
yang akan disampaikan ke penerima pesan. Sedangkan pembelajaran adalah proses
komunikasi.
Guru sangat bertanggung jawab dalam proses pembelajaran
di kelas. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai Tipe Belajar seorang siswa
dan perspektif Psikologi Belajar seorang siswa.
B.
Saran
Teknologi
dan Media tidak akan memfasilitasi belajar apabila tidak ada strategi belajar.
Oleh karena itu, perlu dikuasai mengenai strategi pembelajaran.
Penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam penulisan maupun proses
penyusunan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran yang mendukung untuk
kepentingan bersama.
DAFTAR
PUSTAKA
Artapati, Lalu Wirya. 2009. Desain Pesan Pembelajaran Media Pembelajaran, (online),
(http://wiryaterulakat.blogspot.com/2009/05/desain-pesan-pembelajaran-media.html,
diakses 6 Maret 2011).
Asrofudin. 2011. Pengertian
dan Definisi Media, (online),
(http://www.canboyz.co.cc/2010/05/pengertian-definisi-media.html, diakses 6
Maret 2011).
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Christian. 2010. Apa
itu Teknologi, (online), (http://chrhad.multiply.com/journal/item/1/Apa_itu_teknologi,
diakses 6 Maret 2011).
Damarjanti Kusuma Dewi . 2010. Definisi Pembelajaran, (online),
(http://instructionaltheorycourse.blogspot.com/2009/02/1-introduction_18.html,
diakses 6 Maret 2011).
Smaldino, Sharon E. 2008. Instructional Technology and Media for Learning, Columbus: Pearson
Merrill Prentice Hall.
Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press.
Syafira. 2007. Definisi
Teknologi, (online), (http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/definisi-pembelajaran.html,
diakses 6 Maret 2011).
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. 2003. Bandung:
Citra Umbara.
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Teknologi sebenarnya telah ada sejak nenek moyang
kita. Teknologi merupakan alat bantu untuk mempermudah kehidupan manusia. Nenek
moyang menggunakan teknologi seperti pisau dari batu untuk berburu.
Di era saat ini, teknologi berkembang sangat pesat.
Teknologi yang pada zaman nenek moyang seperti barang rongsokan kini menjadi
barang canggih yang mampu membantu kehidupan manusia. Dengan adanya
pembelajaran dan proses belajar mengajar, Sumber Daya Manusia akan menjadi sangat
baik dan teknologi akan semakin maju. Pembelajaran akan sangat baik apabila
menggunakan media pembelajaran yang baik pula.
Media merupakan salah satu komponen
pembelajaran yang mempunyai peranan penting dalam Kegiatan Belajar Mengajar. Media digunakan agar pembelajaran dapat efektif dan menyenangkan. Proses belajar akan
lebih baik lagi apabila mengetahui pengertian dasar mengenai Teknologi, Media,
dan Pembelajaran.
B.
Tujuan
Penulisan
Tujuan
dalam penulisan makalah ini adalah untuk menambah pengetahuan mengenai pengertian dan isi serta peranan dari Teknologi,
Media, dan Pembelajaran.
C.
Rumusan
Masalah
1. Apa pengertian Teknologi, Media, dan Pembelajaran?
2. Bagaimana peranan Teknologi dan Media dalam
Pembelajaran?
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Teknologi, Media, dan Pembelajaran
1.
Teknologi
Menurut Sharon E. Smaldino dan James D. Russel (2008), teknologi berasal dari Yunani,
Teckne
berarti kerajinan dan logia berarti
keterampilan.
Teknologi adalah istilah yang
berhubungan
dengan penggunaan dan pengetahuan tentang alat
dan keterampilan (Instructional Technology and Media
for Learning, 4)
Menurut Wikipedia Bahasa Indonesia, definisi Teknologi
adalah pengembangan dan aplikasi dari alat, mesin, material, dan proses
menolong manusia menyelesaikan masalahnya. Teknologi dikenal sebelum sains dan
teknik. Definisi lainnya, teknologi dilihat dari status pengetahuan kita yang
sekarang dalam bagaimana menggabungnya sumberdaya untuk memproduksi produk yang
diinginkan.
Teknologi
menurut Djoyohadikusumo (1999, 222) yang dikutip di www.canboyz.co.cc berkaitan erat dengan sains dan perekayasaan. Jadi, teknologi
mengandung dua dimensi yang saling berkaitan satu sama lain. Sains mengacu pada
pemahaman kita tentang dunia nyata sekitar kita, artinya mengenai ciri-ciri
dasar pada dimensi ruang, tentang materi dan energi mengenai interaksinya satu
sama lainnya.
(http://www.canboyz.co.cc/2010/05/pengertian-definisi-media.htm)
Teknologi berasal
dari istilah teckne yang berarti seni (art) atau keterampilan. Menurut
Dictionary of Science, teknologi adalah pengetahuan teoritis pada masalah
praktis.
Jadi, pemahaman tentang Teknologi tidak dapat
dipisahnya dari Ilmu Pengetahuan Alam dan rekayasa. Ilmu pengetahuan akan
memperoleh ilmu rekayasa, sedangkan teknologi adalah hasil proses rekayasa
2.
Media
Dalam Buku Instructional
Technology and Media for Learning (Sharon E. Smaldino dan James D. Russel, 6) Media
merupakan bentuk jamak dari medium yang artinya sarana komunikasi. istilah ini mengacu pada sesuatu yang
membawa informasi antara sumber dan
penerima. Enam kategori
dasar media adalah
teks, audio, visual,
video, manipulatif (objek),
dan orang-orang
(teknisi). Tujuan
media adalah untuk memfasilitasi komunikasi dan belajar.
Istilah media berasal dari bahasa latin yang
merupakan bentuk kedua dari medium. Secara
harfiah berarti perantara atau pengantar. Pengertian umumnya adalah segala
sesuatu yang dapat menyalurkan informasi dari sumber informasi kepada penerima
informasi.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
Media menurut AECT adalah segala sesuatu yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan. Sedangkan Gagne mengartikan media sebagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsang mereka untuk belajar. Briggs mengartikan media sebagai alat untuk memberikan perangsang bagi siswa agar terjadi proses belajar.
(http://wiryaterulakat.blogspot.com/2009/05/desain-pesan-pembelajaran-media.html)
Dari
definisi tersebut dapat disimpulkan bahwa media adalah sarana penyalur pesan
agar dapat dirangsang oleh otak, perasaan dan kemauan kita.
3.
Pembelajaran
Menurut Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional No.
20 Tahun 2003, Bab I Pasal 1 ayat 20 dijelaskan bahwa Pembelajaran adalah proses
interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu
lingkungan belajar.
Knirk dan
Gustafson (2005) menjelaskan bahwa Pembelajaran merupakan setiap kegiatan yang
dirancang oleh guru utuk membantu seseorang mempelajari suatau kemampuan dan
atau nilai yang baru dalam suatu proses yang sistematis melalui tahap
rancangan, pelaksanaan dan evaluasi dalam konteks belajar mengajar.
Dimayanti
dan Mujiono (2005) menjabarkan bahwa pembelajaran adalah kegiatan guru secara
terprogram dalam desain instruksional, untuk membuat siswa belajar secara aktif
yang menekankan pada sumber belajar.
Dari
beberapa pengetian pembelajaran bahwa dapat disimpulkan mengenai Pembelajaran, bahwa Pembelajaran
adalah proses intraksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar dalam
suatu lingkungan belajar. Pembelajaran merupakan bantuan yang diberikan
pendidik agar dapat terjadi proses prolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan
kemahiran dan tabiaat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan kepada peserta
didik. Dengan kata lain Pembelajaran adalah proses untuk membantu pserta didik
agar dapat belajar dengan baik.
B.
Peranan
Teknologi dan Media dalam Pembelajaran
Teknologi
dan media mempunyai
peranan dalam belajar.
Ketika instruksi yang terpusat adalah guru,
teknologi dan media digunakan untuk
mendukung penyajian instruksi. Di sisi
lain, ketika instruksi
yang terpusat adalah siswa, mereka merupakan pengguna
utama teknologi dan
media.
Penggunaan
umum teknologi dan media adalah untuk dukungan tambahan selama instruksi berpusat
pada guru. Misalnya,
guru dapat menggunakan papan tulis elektronik untuk menampilkan variasi dari
grafik batang. Guru
juga dapat menggunakan diagram untuk menunjukkan bagaimana arti dari sebuah
perubahan kalimat. Bahan
ajar yang dirancang dengan baik dapat meningkatkan kegiatan belajar seorang siswa. Karakteristik peserta didik juga harus dimengerti
untuk mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Pemilihan strategi yang
tepat, teknologi, media, dan pembelajaran akan benar-benar mampu meningkatkan
pembelajaran. Dengan begitu, siswa akan mampu memberikan umpan balik.
Salah satu peran paling penting dari teknologi dan media
adalah untuk melayani perubahan lingkungan pembelajaran.
Unit-unit
menyediakan
lingkungan
yang fokus
di
mana
pembelajaran berlangsung.
Tema
yang baik
harus
menangkap
dan mempertahankan perhatian
siswa,
memberikan
pengalaman
pemecahan masalah,
dukungan kegiatan
kedisiplinan,
dan
mencakup
berbagai
teknologi
dan media.
Teknologi adalah penerapan sains dan
peralatan-peralatan yang dibuat manusia untuk kemudahan hidupnya, sedangkan
media merupakan alat bantu menyampaikan isi pesan yang akan disampaikan ke
penerima pesan.
Teknologi instruksional biasanya dilihat dari perspektif
guru. Ketika guru menggunakan komputer, pendidikan jarak jauh, internet, dll, alat-alat ini disebut dengan teknologi instruksional.
Kenyataannya, komputer dan teknologi lainnya tidak membuat guru lebih mampu
dalam proses mengajar. Guru harus berpengalaman saat praktek di kelas. Berbagai
macam pelajaran seperti Bahasa Inggris mungkin akan membutuhkan perangkat lunak
(software) untuk menulis cerita dengan beberapa akhir yang dapat memberikan
banyak kesimpulan. Sementara
belajar sejarah, siswa dapat mendapatkan informasi dengan sumber-sumber lain
seperti di buku, surat kabar, dll. Dengan teknologi dan medianya, siswa dapat
belajar seperti yang sejarawan lakukan, tidak hanya sekedar menghafal nama dan
tanggal.
Siswa tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Melalui media dan jaringan komputer seperti internet, siswa akan lebih senang belajar.
Siswa tidak lagi terbatas pada ruang kelas. Melalui media dan jaringan komputer seperti internet, siswa akan lebih senang belajar.
Menurut Sharon E. Smaldino dan James D. Russel
(Instructional Technology and Media Pembelajaran, 9) terdapat enam kategori
dasar Media yang digunakan dalam belajar, yaitu:
1.
Teks
Media yang
paling umum digunakan adalah teks. Teks
alfanumerik yang dapat
ditampilkan dalam format buku, poster,
papan tulis, layar komputer, dan sebagainya.
2.
Audio
Media
lain yang umum digunakan dalam pembelajaran adalah
audio. Audio mencakup
apapun yang siswa dengar, suara
seseorang, musik, suara mekanik (menjalankan
mesin mobil), kebisingan,
dan sebagainya.
3.
Visual
Secara teratur digunakan untuk
meningkatkan pembelajaran. Contoh: diagram
di poster, gambar
pada papan tulis , foto, gambar di sebuah buku, kartun,
dan sebagainya.
4.
Video
Video merupakan adalah media yang
menampilkan gerak, termasuk isi DVD,
video, animasi komputer,
dan sebagainya. Bahan sering tidak
dianggap media benda
nyata dan model.
5.
Manipulatip
Merupakan benda yang dapat
dimanipulasi, disentuh dan dikreasikan oleh siswa.
6.
Orang (Teknisi)
Teknisi yang
dimaksud adalah guru, siswa, atau
ahli subjek-materi.
Siswa belajar dari
guru, siswa lain, dan orang dewasa.
Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses
komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui media
tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, media dan penerima pesan
merupakan komponen-komponen proses komunikasi.
Guru sangat bertanggung jawab dalam proses pembelajaran
di kelas. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai Tipe Belajar seorang siswa.
1.
Domain
Kognitif
Meliputi: Pengetahuan, pemahaman, aplikasi, sintesis,
evaluasi. Dalam
domain kognitif, belajar
melibatkan berbagai kemampuan intelektual yang
dapat diklasifikasikan baik sebagai verbal /
informasi visual atau
sebagai keterampilan intelektual. Belajar
visual biasanya menghafal
atau mengingat fakta
atau informasi. Siswa akan menghasilkan
ide-ide yang berkaitan bentuk objek dengan
fungsinya.
2.
Domain
Afektif
Meliputi: pengenalan, merespon, penghargaan,
pengorganisasian, pengamalan.Domain
afektif mencakup sikap,
perasaan, dan nilai-nilai.
Tujuan Afektif mendorong
sikap sosial yang sehat.
3.
Domain Psikomotorik
Meliputi: Peniruan, penggunaan, ketepatan,
perangkaian, evaluasi. Guru
di semua tingkatan
kelas harus mengajarkan
beberapa keterampilan motorik kepada siswa. Misalnya, di kelas paling kecil,
guru mengajarkan menggunakan pensil yang benar, di Sekolah
Dasar guru mengajarkan penggunaan
keyboard komputer, mikroskop sederhana, dan
alat ukur, dan di sekolah menengah
dan perguruan
tinggi
penggunaan peralatan ilmu pengetahuan.
4.
Domain
Interpersonal
Belajar dalam domain interpersonal melibatkan interaksi
antara orang yang satu dengan yang lain. Dengan guru yang berperan sebagai fasilitator, siswa sangat sering
ditempatkan ke dalam berbagai kegiatan belajar. Guru
mengajarkan pada siswanya
bagaimana untuk mendengarkan, berbagi, menghormati, membantu, dan sebagainya. Keterampilan lainnya diperlukan untuk
mencapai komunikasi interpersonal afektif.
Menurut Sharon E. Smaldino dan James D. Russel (2008) di samping terdapat Tipe Belajar ada juga Pandangan
Belajar secara Psikologi. Guru melihat
peran teknologi dan
media di kelas
sangat tergantung pada bagaimana orang belajar.
1.
Pandangan Behavioristik
Skinner,
seorang psikolog di
Harvard University, melakukan studi ilmiah
tentang perilaku yang dapat diamati.
Dia adalah seorang pendukung behavioristik.
Dia tertarik pada
belajar
keterampilan baru, seperti yang digambarkan oleh anjing Pavlov,
di mana perangsangan asli dan netral dipasangkan dengan stimulus bersayarat
secara berulang-ulang sehingga memunculkan reaksi yang diinginkan (Psikologi
Pendidikan, 94). Berdasarkan teori
belajar
itu dikenal dengan teori
penguatan. Serangkaian percobaan juga dilakukan pada
merpati.
Dia beralasan bahwa
prosedur yang sama bisa digunakan dengan
manusia. Hasilnya adalah munculnya instruksi
yang diprogramkan yang kemudian
berkembang menjadi instruksi komputer-assistend. Tidak
seperti sebelumnya belajar
penelitian, karya Skinner sangat logis
dan tepat, yang
mengarah langsung ke instruksi belajar. Behavioristik
menolak
untuk berspekulasi mengenai apa yang
terjadi ketika belajar berlangsung.
Mereka hanya mengandalkan perilaku yang
diamati.
Sebagai hasilnya, mereka lebih nyaman menjelaskan
tugas-tugas belajar yang relatif sederhana. Karena pada posisi
ini, behavioristik
memiliki
aplikasi terbatas dalam mengajarkan keterampilan tingkat yang lebih tinggi. Behavioristik
enggan
untuk membuat kesimpulan tentang bagaimana mengenai memproses
informasi.
2. Pandangan Kognitif
Belajar
adalah perubahan presepsi dan
pemahaman, tidak selalu
berbentuk tingkah laku yang dapat diamati dan diukur. Teori ini
lebih mengutamakan proses belajar daripada hasil belajarnya. Kognitif
memberikan kontribusi baru untuk belajar teori dengan
menciptakan model tentang bagaimana peserta didik menerima, proses, dan
memanipulasi informasi. Kognitif membuat model
mental dari memori
jangka pendek dan
jangka panjang. Informasi baru
disimpan dalam memori
jangka pendek, di mana ia dilatih hingga siap
untuk disimpan dalam memori jangka panjang.
Jika informasi tidak
berlatih, fades dari
memori jangka pendek. Pembelajar kemudian menggabungkan
informasi dan keterampilan
dalam memori jangka
panjang untuk mengembangkan
strategi kognitif, atau keterampilan untuk menangani
tugas yang kompleks. Siswa dapat mengembangkan sumber
belajar yang tersedia.
3. Pandangan Konstruktivistik
Konstruktivistik melibatkan siswa
dalam pengalaman belajar. Konstruktivistik
menekankan
bahwa siswa dapat
menciptakan
ide mereka
sendiri. Siswa
menempatkan pengalaman belajar dalam pengalaman mereka sendiri dan
tujuan instruksi tidak
untuk mengajarkan informasi tetapi menciptakan
situasi sehingga siswa dapat menginterpretasikan informasi untuk pemahaman
mereka sendiri.
Dalam hal ini guru
hanya membantu agar
proses pengkontruksian pengetahuan oleh siswa berjalan lancar.
Guru juga tidak mentransferkan
pengetahuan yang dimilikinya, melainkan membantu siswa untuk membentuk
pengetahuannya sendiri.
Konstrutivistik
dapat membangun dan mengubah daya pikir siswa menuju kepemikiran modern dan
dapat mengembangkan manusia dan mempunyai bakat yang luar biasa, memiliki
kepekaan, mandiri, bertanggung jawab dan dapat mendidik dirinya maupun generasi
selanjutnya serta mampu berkolaborasi memecahkan masalah pendidikan baik
praktek maupun teori dan mengarahkan ke masa depan
4. Pandangan Sosial-Psikologi
Psikologi
sosial adalah perspektif
lain dalam studi pengajaran pembelajaran. Sosial psikolog melihat
efek dari organisasi
sosial kelas pada
pembelajaran.
Belajar
merupakan proses pembentukan makna.
Belajar bukanlah proses mengumpulkan informasi, melainkan proses pengembangan pemahaman atau pemikiran
dengan membuat pemahaman baru. Proses belajar terjadi pada saat terjadi ketidak
seimbangan stuktur kognitif pada
diri seseorang.
Peneliti
seperti Robert Slavin
(1990) telah mengambil
posisi bahwa pembelajaran
kooperatif adalah baik lebih efektif
dan lebih bermanfaat
daripada belajar kompetitif dan individualistis. Slavin mengembangkan seperangkat teknik pembelajaran kooperatif yang mewujudkan prinsip-prinsip kolaborasi kelompok kecil dan penghargaan berdasarkan
prestasi kelompok. Teori belajar tidak harus
menggunakan satu yang dianutnya tetapi
menggunakan semuanya sesuai dengan
situasi.
Selama
setengah abad terakhir, prinsip-prinsip pembelajaran efektif telah berevolusi
dari berbagai sumber.
Jadi, sebelumnya harus mengumpulkan informasi yang
relevan tentang pengetahuan masing-masing siswa dan tingkat keterampilannya dengan
mengatur strategi.
Kata
strategi berarti cara
melakukan sesuatu. Strategi pembelajaran adalah cara
untuk melibatkan peserta didik
dalam kegiatan belajar-mengajar
tertentu. Contohnya termasuk presentasi, demonstrasi,
pembelajaran kooperatif, game, simulasi, pemecahan masalah, diskusi dan praktek,
dan tutorial. Teknologi
dan media merupakan
bagian dari strategi. Setelah
memilih strategi, maka dapat memilih teknologi
dan media untuk
melaksanakan strategi. Teknologi dan Media tidak akan memfasilitasi belajar
apabila tidak ada strategi belajar.
BAB III
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Teknologi
adalah penerapan sains dan peralatan-peralatan yang dibuat manusia untuk
kemudahan hidupnya, sedangkan media merupakan alat bantu menyampaikan isi pesan
yang akan disampaikan ke penerima pesan. Sedangkan pembelajaran adalah proses
komunikasi.
Guru sangat bertanggung jawab dalam proses pembelajaran
di kelas. Oleh karena itu, perlu diketahui mengenai Tipe Belajar seorang siswa
dan perspektif Psikologi Belajar seorang siswa.
B.
Saran
Teknologi
dan Media tidak akan memfasilitasi belajar apabila tidak ada strategi belajar.
Oleh karena itu, perlu dikuasai mengenai strategi pembelajaran.
Penulisan
makalah ini masih banyak kekurangan dan kesalahan baik dalam penulisan maupun proses
penyusunan. Untuk itu, penulis mengharapkan saran yang mendukung untuk
kepentingan bersama.
DAFTAR
PUSTAKA
Artapati, Lalu Wirya. 2009. Desain Pesan Pembelajaran Media Pembelajaran, (online),
(http://wiryaterulakat.blogspot.com/2009/05/desain-pesan-pembelajaran-media.html,
diakses 6 Maret 2011).
Asrofudin. 2011. Pengertian
dan Definisi Media, (online),
(http://www.canboyz.co.cc/2010/05/pengertian-definisi-media.html, diakses 6
Maret 2011).
Budiningsih, C. Asri. 2005. Belajar dan Pembelajaran, Jakarta: Rineka Cipta.
Christian. 2010. Apa
itu Teknologi, (online), (http://chrhad.multiply.com/journal/item/1/Apa_itu_teknologi,
diakses 6 Maret 2011).
Damarjanti Kusuma Dewi . 2010. Definisi Pembelajaran, (online),
(http://instructionaltheorycourse.blogspot.com/2009/02/1-introduction_18.html,
diakses 6 Maret 2011).
Smaldino, Sharon E. 2008. Instructional Technology and Media for Learning, Columbus: Pearson
Merrill Prentice Hall.
Sugihartono, dkk. 2007. Psikologi Pendidikan, Yogyakarta: UNY Press.
Syafira. 2007. Definisi
Teknologi, (online), (http://delsajoesafira.blogspot.com/2010/05/definisi-pembelajaran.html,
diakses 6 Maret 2011).
Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional. 2003. Bandung:
Citra Umbara.
No comments:
Post a Comment