CARA MENGAJAR MENURUT
TEORI BELAJAR
A.
Teori
Behavioristik
Menurut
teori ini belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi
stimulus dan respon. Seseorang dianggap belajar jika menunjukan perubahan
tingkah laku yang Nampak saja tanpa memperhatikan proses belajar itu sendiri.
Siswa dianggap belajar jika berhasil mengulangi apa yang guru tersebut ajarkan.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a) Guru
menjadi sumber belajar satu-satu nya
b) Guru
bersikap otoriter
c) Masih
menggunakan prinsip hafalan dan pengulangan
d) Adanya
hukuman jika siswa melakukan kesalahan akibatnya siswa mengalami beban
psikologis menjadi si “terhukum”
e) Disiplin
dianggap penentu kesuksesan bukan kompetensi siswa secara specific
f) Komunikasi
berjalan satu arah
g) Guru
menentukan apa yang harus dipelajari siswa, siswa tidak dibiarkan mandiri
h) Tingkat
keberhasilan siswa hanya bergantung pada penguatan yang diberikan oleh guru
yaitu penguatan negative ( penambahan tugas, menggeleng, kening berkerut ) dan
penguatan positif ( juara kelas ) seharusnya penguatan positif diberikan sesuai
kemampuannya seperti penghargaan di bidang bahasa, matematika, fisika,
menyanyi, menari dll.
i)
Siswa dianggap pasif,
otak nya hanya berfungsi sebagai penjiplak dan mengajar dianggap sebagai proses
pentransferan pengetahuan.
j)
Dalam evaluasi hasil
belajar hanya ada satu jawaban yang benar, jika siswa tidak menjawab apa yang
guru tersebut inginkan maka ia belum dianggap belajar.
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a) Olah
Raga ( karena membutuhkan pembiasaan dan ketepatan yang mutlak)
b) Percakapan
bahasa
c) Yang
berhubungan dengan spontanitas
d) Yang berkaitan dengan kecepatan
e) Mengetik
f) Menari
g) Yang
berhubungan dengan melatih anak-anak usia dini ( karena membutuhkan dominasi
peran orang dewasa, pembiasaan, peniruan dan senang diberi bentuk penghargaan
secara langsung seperti diberi permen atau pujian)
catatan : -
Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangatlah bersifat sementara,
hukuman mendorong si “terhukum” mencari cara lain ( meskipun salah dan buruk )
agar ia terbebas dari hukuman. Dengan kata lain, hukuman dapat mendorong si
“terhukum” melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk dari kesalahan
yang diperbuatnya.
B.
Teori
kognitif
Menurut
teori ini, belajar adalah perubahan presepsi atau pemahaman tentang situasi
yang berhubungan dengan tujuan belajrnya, bukan sekedar tingkah laku yang
Nampak saja karena tingkah laku seseorang ditentukan oleh presepsi atau
pemahamannya. Proses belajar pun perlu diperhatikan.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a) Guru
harus bertindak sebagai fasilitator, Menyediakan sumber-sumber belajar yang
variatif.
b) Guru harus mengetahui dan mengecek
pengetahuan yang dipunyai siswa sebelumnya.
c) Guru
harus dapat menciptakan suasana dan pengalaman belajar yang menyenangkan
sehingga materi pelajaran dapat diingat lebih lama oleh siswa ( efek yang
membekas )
d) Menyediakan
pengalaman belajar dengan mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
sehingga belajar melalui proses pembentukan pengetahuan
e) Menyediakan
berbagai alternative pengalaman belajar, tidak semua mengerjakan tugas yang
sama, misalnya suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara
f) Melibatkan
siswa secara aktif dalam proses belajar
g) Menggunakan
system kerjasama dengan lingkungan atau dengan guru, teman melalui diskusi,
kerja kelompok dll
h) Memperhatikan
gaya belajar siswa ( visual, audial, kinestetik )
i)
Memperrhatikan
karakteristik siswa ( usia, tingkat pendidikan, faktor social ekonomi, budaya
atau etnis )
j)
Penggunaan berbagai
media ( game, film, media grafis dll ) sehingga pembelajaran menjadi lebih
efektif, dalam pemilihan media haruslah memperhatikan gaya belajar dan
karakteristik siswa.
k) Melibatkan
siswa secara emosional dan social sehingga siswa lebih tertarik dan mau
belajar.
l)
Mendorong siswa untuk mandiri sehingga ia
memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi
m) Siswa
dilatih memecahkan masalah melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah
dalam kehidupan sehari-hari
n) Siswa
didorong untuk menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya ( visual,
audial, kinestetik )
o) Guru
sebagai obyek dan siswa sebagai subyek, dimana perubahan pada siswa sendiri
keseluruhan berada ditangan mereka sendiri..
p) Kelas
tidak didominasi oleh guru berceramah karena siswa dituntut berpartisipasi
aktif
q) Menekankan
discovery learning
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a) Bahasa
Indonesia ( mengarang, puisi, bercerita dll )
b) Matematika
c) Sains
yang berbasis pada ekperimen dan riset
d) Sejarah
e) Sosiologi
f) Ekonomi
g) Dan
mapel IPS lainnya
C.
Teori
kontruktivistik
Menurut teori ini, belajar adalah
mengkonruksikan pangetahuan atau mencari dan mengembangkan pengetahuan. Teori
ini percaya bahwa si pebelajar mampu mencari sendiri masalah, menyusun sendiri
pengetahuannya melalui kemampuan berfikir dan tantangan yang dihadapinya,
menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistic dan
teori dalam satu banguna yang utuh.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a)
Guru bertindak sebagai
fasilitator dan mediator
b)
Guru berperan sebagai
Teman yang membuat situasi menjadi kondusif untuk terjadinya kontruksi
pengetahuan siswa
c)
Belajar adalah
pencarian informasi baru dan mengajar adalah membantu siswa mencari informasi
baru dan mengkontruksikannya.
d)
Guru Mengintegrasikan
pembelajaran dengan situasi yang realistic dan relevan dengan melibatkan
pengalaman kongkrit, misalnya untuk memahami suatu konsep siswa melalui
kenyataan kehidupan sehari-hari
e)
Guru mengintegrasikan
pembelajaran sehingga terjadi transmisi social yaitu terjadinya interaksi dan
kerjasama antara siswa dengan orang lain, baik dengan sesama siswa atau pun
dengan guru.
f)
Guru memberi kesempatan
bagi siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa mereka sendiri.
g)
Guru memberi kesempatan
kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih
kreatif dan imajinatif
h)
Guru memberi kesempatan siswa untuk mencoba
gagasan baru
i)
Guru Memberi pengalaman
yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa
j)
Guru Mendorong siswa
untuk selalu melakukan inovasi dengan gagasan mereka sendiri
k)
Guru bukan sumber
belajar satu-satu nya
l)
Bukan kepatuhan siswa
yang dituntut dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan
oleh guru
m)
Evaluasi bukan melihat pada Hasil tetapi pada
proses belajar yang telah dijalani dan dilalui oleh siswa
n)
Guru lebih menfokuskan
pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalamannya.
o)
Penilaian belajar bukan
sekedar menguji ingatan dan pemahaman siswa tetapi pada tingkat berfikir
analisis, sintesis, evaluasi serta kesimpulan siswa.
p)
Evaluasi ditujukan
terhadap kedalaman, keluasan siswa dalam memakai gaya bahasa serta kejelasan
dan keruntutan pikirannya dalam mengemukakan gagasan baik secara lisan maupun
tulisan.
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a)
Mapel yang berbasis
masalah ( studi kasus ) seperti Matematika, fisika, kimia, atau biologi
b)
Mapel yang erat
kaitannya dengan eksperimen
c)
IPS ( Geografi,ekonomi,sosiologi dan sejarah)
d)
Mapel yang erat
kaitannya dengan Observasi
e)
Wawancara
f)
Pembuatan laporan
Catatan
: untuk
penerapan Teori Kognitif dan Kontruktivistik, kelas tidak didominasi guru
berceramah akan tetapi penyediaan modul, tugas, praktikum, sarana audio visual,
ketersediaan buku-buku diperpustakaan, akses internet, diskusi, presentasi, dan
evaluasi dari teman dan guru mutlak diperlukan ( evaluasi agar si pebelajar
dapat mawas diri ).
D.
Teori
Humanistik
Menurut teori ini, tujuan belajar adalah
memanusiakan manusia. Dengan kata lain, proses belajar dianggap berhasil jika
si pebelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam
proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi
dirinya dengan sebaik-baiknya.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a)
Guru membantu masing-masing
siswa untuk mengenal diri mereka sendiri Sebagai manusia yang unik.
b)
Guru membantu siswa
dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
c)
Belajar yang bermakna
dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses
d)
Siswa tidak harus
belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya
e)
Guru percaya bahwa
manusia mempunyai kemampuan belajar secara alami
f)
Guru harus merespon
perasaan siswa
g)
Menggunakan ide-ide
siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
h)
Berdialog dan
berdiskusi dengan siswa
i)
Kesesuaian antara
perilaku dan perbuatan
j)
Menyesuaikan isi
kerangka berfikir siswa (penjelasan untuk memantapkan kebutuhan segera dari
siswa).
k)
Tersenyum pada siswa
l)
Belajar yang
significant terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi
dengan maksud-maksud sendiri.
m)
Guru harus menerapkan Fredom
to Learn karena Belajar yang menyangkut perubahan
di dalam presepsi mengenai dirinya sendiri (siswa) dianggap mengancam dan
cenderung ditolaknya.
n)
Tugas-tugas belajar
yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila
ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil.
o)
Apabila ancaman
terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara
yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
p)
Belajar yang bermakna
diperoleh siswa dengan melakukannya
q)
Belajar diperlancar
bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung jawab
terhadap proses belajar itu
r)
Belajar atas inisiatif
sendiri yang melibatkan siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan
cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari
s)
Kepercayaan terhadap
diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa
dibiasakan untuk mawas diri dan mengkritik dirinya sendiri dan penilaian dari
orang lain merupakan cara kedua yang penting.
·
Adapun
proses yang harus dilalui jika anda menerapkan cara mengajar dengan teori ini antara lain :
a)
Merumuskan tujuan
belajar yang jelas
b)
Mengusahakan
partisipasi aktif siswa melalui kontrak
belajar yang bersifat jelas, jujur
dan positif.
c)
Mendorong siswa untuk
peka, berfikir kritis, memaknai proses belajar secara mandiri.
d)
Mendorong siswa untuk
mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri.
e)
Siswa didorong untuk
bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang
diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukan.
f)
Guru menerima siswa apa
adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif
tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala resiko perbuatan
atau proses belajarnya.
g)
Guru Memberi kesempatan
murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
h)
Evaluasi diberikan
secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a) Materi
yang bersifat kepribadian, hati nurani, perubahan sikap.
b) Analisis
c) Pembahasan
tentang fenomena social.
·
Indikator
keberhasilan pada teori ini adalah
a) Siswa
merasa senang
b) Bergairah
c) Berinisiatif
dalam belajar
d) Terjadi
perubahan pola pikir dan sikap atas kemauan sendiri
e) Menjadi
manusia yang bebas, berani, tidak terikan oleh pendapat orang lain
f) Mampu
mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak
orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin atau etika yang berlaku.
Catatan
: - Guru tidak bisa memaksakan materi
yang tidak disukai atau tidak relevan
dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa Matematika atau Sejarah bukan karena
bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa bahkan merasa tidak ada alasan
penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain
hanyalah dari ketidakmauan seseorang
untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.
Untuk itu, guru harus memahami perilaku siswa dengan mencoba memahami dunia
presepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus
berusaha mengubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada.
Daftar
Pustaka
Budiningsih, C.A.
(2008). Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta
H, Djali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
H, Djali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
M,
Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Muhibin, Syah. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Sumanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Smaldino, Sharon E,
James D. Russel, Robert Heinich, & Michael Molenda. Instructional Technology and Media for
Learning 8th Ed.
New Jersey : Pearson Merrill Prentice Hall, 2005.
CARA MENGAJAR MENURUT
TEORI BELAJAR
A.
Teori
Behavioristik
Menurut
teori ini belajar adalah perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi
stimulus dan respon. Seseorang dianggap belajar jika menunjukan perubahan
tingkah laku yang Nampak saja tanpa memperhatikan proses belajar itu sendiri.
Siswa dianggap belajar jika berhasil mengulangi apa yang guru tersebut ajarkan.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a) Guru
menjadi sumber belajar satu-satu nya
b) Guru
bersikap otoriter
c) Masih
menggunakan prinsip hafalan dan pengulangan
d) Adanya
hukuman jika siswa melakukan kesalahan akibatnya siswa mengalami beban
psikologis menjadi si “terhukum”
e) Disiplin
dianggap penentu kesuksesan bukan kompetensi siswa secara specific
f) Komunikasi
berjalan satu arah
g) Guru
menentukan apa yang harus dipelajari siswa, siswa tidak dibiarkan mandiri
h) Tingkat
keberhasilan siswa hanya bergantung pada penguatan yang diberikan oleh guru
yaitu penguatan negative ( penambahan tugas, menggeleng, kening berkerut ) dan
penguatan positif ( juara kelas ) seharusnya penguatan positif diberikan sesuai
kemampuannya seperti penghargaan di bidang bahasa, matematika, fisika,
menyanyi, menari dll.
i)
Siswa dianggap pasif,
otak nya hanya berfungsi sebagai penjiplak dan mengajar dianggap sebagai proses
pentransferan pengetahuan.
j)
Dalam evaluasi hasil
belajar hanya ada satu jawaban yang benar, jika siswa tidak menjawab apa yang
guru tersebut inginkan maka ia belum dianggap belajar.
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a) Olah
Raga ( karena membutuhkan pembiasaan dan ketepatan yang mutlak)
b) Percakapan
bahasa
c) Yang
berhubungan dengan spontanitas
d) Yang berkaitan dengan kecepatan
e) Mengetik
f) Menari
g) Yang
berhubungan dengan melatih anak-anak usia dini ( karena membutuhkan dominasi
peran orang dewasa, pembiasaan, peniruan dan senang diberi bentuk penghargaan
secara langsung seperti diberi permen atau pujian)
catatan : -
Pengaruh hukuman terhadap perubahan tingkah laku sangatlah bersifat sementara,
hukuman mendorong si “terhukum” mencari cara lain ( meskipun salah dan buruk )
agar ia terbebas dari hukuman. Dengan kata lain, hukuman dapat mendorong si
“terhukum” melakukan hal-hal lain yang kadangkala lebih buruk dari kesalahan
yang diperbuatnya.
B.
Teori
kognitif
Menurut
teori ini, belajar adalah perubahan presepsi atau pemahaman tentang situasi
yang berhubungan dengan tujuan belajrnya, bukan sekedar tingkah laku yang
Nampak saja karena tingkah laku seseorang ditentukan oleh presepsi atau
pemahamannya. Proses belajar pun perlu diperhatikan.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a) Guru
harus bertindak sebagai fasilitator, Menyediakan sumber-sumber belajar yang
variatif.
b) Guru harus mengetahui dan mengecek
pengetahuan yang dipunyai siswa sebelumnya.
c) Guru
harus dapat menciptakan suasana dan pengalaman belajar yang menyenangkan
sehingga materi pelajaran dapat diingat lebih lama oleh siswa ( efek yang
membekas )
d) Menyediakan
pengalaman belajar dengan mengkaitkan pengetahuan yang telah dimiliki siswa
sehingga belajar melalui proses pembentukan pengetahuan
e) Menyediakan
berbagai alternative pengalaman belajar, tidak semua mengerjakan tugas yang
sama, misalnya suatu masalah dapat diselesaikan dengan berbagai cara
f) Melibatkan
siswa secara aktif dalam proses belajar
g) Menggunakan
system kerjasama dengan lingkungan atau dengan guru, teman melalui diskusi,
kerja kelompok dll
h) Memperhatikan
gaya belajar siswa ( visual, audial, kinestetik )
i)
Memperrhatikan
karakteristik siswa ( usia, tingkat pendidikan, faktor social ekonomi, budaya
atau etnis )
j)
Penggunaan berbagai
media ( game, film, media grafis dll ) sehingga pembelajaran menjadi lebih
efektif, dalam pemilihan media haruslah memperhatikan gaya belajar dan
karakteristik siswa.
k) Melibatkan
siswa secara emosional dan social sehingga siswa lebih tertarik dan mau
belajar.
l)
Mendorong siswa untuk mandiri sehingga ia
memiliki kemampuan berfikir untuk menyelesaikan setiap persoalan yang dihadapi
m) Siswa
dilatih memecahkan masalah melalui belajar kelompok dengan menganalisis masalah
dalam kehidupan sehari-hari
n) Siswa
didorong untuk menemukan cara belajar yang sesuai dengan dirinya ( visual,
audial, kinestetik )
o) Guru
sebagai obyek dan siswa sebagai subyek, dimana perubahan pada siswa sendiri
keseluruhan berada ditangan mereka sendiri..
p) Kelas
tidak didominasi oleh guru berceramah karena siswa dituntut berpartisipasi
aktif
q) Menekankan
discovery learning
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a) Bahasa
Indonesia ( mengarang, puisi, bercerita dll )
b) Matematika
c) Sains
yang berbasis pada ekperimen dan riset
d) Sejarah
e) Sosiologi
f) Ekonomi
g) Dan
mapel IPS lainnya
C.
Teori
kontruktivistik
Menurut teori ini, belajar adalah
mengkonruksikan pangetahuan atau mencari dan mengembangkan pengetahuan. Teori
ini percaya bahwa si pebelajar mampu mencari sendiri masalah, menyusun sendiri
pengetahuannya melalui kemampuan berfikir dan tantangan yang dihadapinya,
menyelesaikan dan membuat konsep mengenai keseluruhan pengalaman realistic dan
teori dalam satu banguna yang utuh.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a)
Guru bertindak sebagai
fasilitator dan mediator
b)
Guru berperan sebagai
Teman yang membuat situasi menjadi kondusif untuk terjadinya kontruksi
pengetahuan siswa
c)
Belajar adalah
pencarian informasi baru dan mengajar adalah membantu siswa mencari informasi
baru dan mengkontruksikannya.
d)
Guru Mengintegrasikan
pembelajaran dengan situasi yang realistic dan relevan dengan melibatkan
pengalaman kongkrit, misalnya untuk memahami suatu konsep siswa melalui
kenyataan kehidupan sehari-hari
e)
Guru mengintegrasikan
pembelajaran sehingga terjadi transmisi social yaitu terjadinya interaksi dan
kerjasama antara siswa dengan orang lain, baik dengan sesama siswa atau pun
dengan guru.
f)
Guru memberi kesempatan
bagi siswa untuk mengemukakan gagasannya dengan bahasa mereka sendiri.
g)
Guru memberi kesempatan
kepada siswa untuk berfikir tentang pengalamannya sehingga menjadi lebih
kreatif dan imajinatif
h)
Guru memberi kesempatan siswa untuk mencoba
gagasan baru
i)
Guru Memberi pengalaman
yang berhubungan dengan gagasan yang telah dimiliki siswa
j)
Guru Mendorong siswa
untuk selalu melakukan inovasi dengan gagasan mereka sendiri
k)
Guru bukan sumber
belajar satu-satu nya
l)
Bukan kepatuhan siswa
yang dituntut dalam refleksi atas apa yang telah diperintahkan dan dilakukan
oleh guru
m)
Evaluasi bukan melihat pada Hasil tetapi pada
proses belajar yang telah dijalani dan dilalui oleh siswa
n)
Guru lebih menfokuskan
pada kesuksesan siswa dalam mengorganisasikan pengalamannya.
o)
Penilaian belajar bukan
sekedar menguji ingatan dan pemahaman siswa tetapi pada tingkat berfikir
analisis, sintesis, evaluasi serta kesimpulan siswa.
p)
Evaluasi ditujukan
terhadap kedalaman, keluasan siswa dalam memakai gaya bahasa serta kejelasan
dan keruntutan pikirannya dalam mengemukakan gagasan baik secara lisan maupun
tulisan.
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a)
Mapel yang berbasis
masalah ( studi kasus ) seperti Matematika, fisika, kimia, atau biologi
b)
Mapel yang erat
kaitannya dengan eksperimen
c)
IPS ( Geografi,ekonomi,sosiologi dan sejarah)
d)
Mapel yang erat
kaitannya dengan Observasi
e)
Wawancara
f)
Pembuatan laporan
Catatan
: untuk
penerapan Teori Kognitif dan Kontruktivistik, kelas tidak didominasi guru
berceramah akan tetapi penyediaan modul, tugas, praktikum, sarana audio visual,
ketersediaan buku-buku diperpustakaan, akses internet, diskusi, presentasi, dan
evaluasi dari teman dan guru mutlak diperlukan ( evaluasi agar si pebelajar
dapat mawas diri ).
D.
Teori
Humanistik
Menurut teori ini, tujuan belajar adalah
memanusiakan manusia. Dengan kata lain, proses belajar dianggap berhasil jika
si pebelajar telah memahami lingkungannya dan dirinya sendiri. Siswa dalam
proses belajarnya harus berusaha agar lambat laun ia mampu mencapai aktualisasi
dirinya dengan sebaik-baiknya.
·
Contoh
cara mengajar pada teori ini adalah
a)
Guru membantu masing-masing
siswa untuk mengenal diri mereka sendiri Sebagai manusia yang unik.
b)
Guru membantu siswa
dalam mewujudkan potensi-potensi yang ada pada diri mereka.
c)
Belajar yang bermakna
dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses
d)
Siswa tidak harus
belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya
e)
Guru percaya bahwa
manusia mempunyai kemampuan belajar secara alami
f)
Guru harus merespon
perasaan siswa
g)
Menggunakan ide-ide
siswa untuk melaksanakan interaksi yang sudah dirancang
h)
Berdialog dan
berdiskusi dengan siswa
i)
Kesesuaian antara
perilaku dan perbuatan
j)
Menyesuaikan isi
kerangka berfikir siswa (penjelasan untuk memantapkan kebutuhan segera dari
siswa).
k)
Tersenyum pada siswa
l)
Belajar yang
significant terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi
dengan maksud-maksud sendiri.
m)
Guru harus menerapkan Fredom
to Learn karena Belajar yang menyangkut perubahan
di dalam presepsi mengenai dirinya sendiri (siswa) dianggap mengancam dan
cenderung ditolaknya.
n)
Tugas-tugas belajar
yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila
ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil.
o)
Apabila ancaman
terhadap diri siswa rendah, pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara
yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar.
p)
Belajar yang bermakna
diperoleh siswa dengan melakukannya
q)
Belajar diperlancar
bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggung jawab
terhadap proses belajar itu
r)
Belajar atas inisiatif
sendiri yang melibatkan siswa seutuhnya, baik perasaan maupun intelek, merupakan
cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari
s)
Kepercayaan terhadap
diri sendiri, kemerdekaan, kreativitas, lebih mudah dicapai terutama jika siswa
dibiasakan untuk mawas diri dan mengkritik dirinya sendiri dan penilaian dari
orang lain merupakan cara kedua yang penting.
·
Adapun
proses yang harus dilalui jika anda menerapkan cara mengajar dengan teori ini antara lain :
a)
Merumuskan tujuan
belajar yang jelas
b)
Mengusahakan
partisipasi aktif siswa melalui kontrak
belajar yang bersifat jelas, jujur
dan positif.
c)
Mendorong siswa untuk
peka, berfikir kritis, memaknai proses belajar secara mandiri.
d)
Mendorong siswa untuk
mengembangkan kesanggupan siswa untuk belajar atas inisiatif sendiri.
e)
Siswa didorong untuk
bebas mengemukakan pendapat, memilih pilihannya sendiri, melakukan apa yang
diinginkan dan menanggung resiko dari perilaku yang ditunjukan.
f)
Guru menerima siswa apa
adanya, berusaha memahami jalan pikiran siswa, tidak menilai secara normatif
tetapi mendorong siswa untuk bertanggung jawab atas segala resiko perbuatan
atau proses belajarnya.
g)
Guru Memberi kesempatan
murid untuk maju sesuai dengan kecepatannya
h)
Evaluasi diberikan
secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa.
·
Mata
pelajaran yang cocok menggunakan teori ini adalah
a) Materi
yang bersifat kepribadian, hati nurani, perubahan sikap.
b) Analisis
c) Pembahasan
tentang fenomena social.
·
Indikator
keberhasilan pada teori ini adalah
a) Siswa
merasa senang
b) Bergairah
c) Berinisiatif
dalam belajar
d) Terjadi
perubahan pola pikir dan sikap atas kemauan sendiri
e) Menjadi
manusia yang bebas, berani, tidak terikan oleh pendapat orang lain
f) Mampu
mengatur pribadinya sendiri secara bertanggung jawab tanpa mengurangi hak-hak
orang lain atau melanggar aturan, norma, disiplin atau etika yang berlaku.
Catatan
: - Guru tidak bisa memaksakan materi
yang tidak disukai atau tidak relevan
dengan kehidupan mereka. Anak tidak bisa Matematika atau Sejarah bukan karena
bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa bahkan merasa tidak ada alasan
penting mereka harus mempelajarinya. Perilaku buruk itu sesungguhnya tak lain
hanyalah dari ketidakmauan seseorang
untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya.
Untuk itu, guru harus memahami perilaku siswa dengan mencoba memahami dunia
presepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya, guru harus
berusaha mengubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada.
Daftar
Pustaka
Budiningsih, C.A.
(2008). Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: Rineka Cipta
H, Djali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
H, Djali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
M,
Dalyono. 1997. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Muhibin, Syah. 2002. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Sumanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Pemimpin Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Smaldino, Sharon E,
James D. Russel, Robert Heinich, & Michael Molenda. Instructional Technology and Media for
Learning 8th Ed.
New Jersey : Pearson Merrill Prentice Hall, 2005.
No comments:
Post a Comment